Pengertian Kalimat Retoris Beserta Ciri-Ciri dan Contohnya

Contoh Kalimat Retoris Beserta Pengertian dan Ciri Cirinya - Pada dasarnya retorik masuk dalam kategori majas bahasa Indonesia. Namun, ada kalanya majas tersebut diolah menjadi sebuah kalimat yang akhirnya sering terlontar ketika berbincang-bincang.

Sebagai seorang siswa kita pasti sudah sangat familiar dengan pengertian kalimat retoris. Guru pun telah membahasnya dalam berbagai kesempatan. Dalam buku pedoman bahasa indonesia pun kalian bisa menemukan berbagai penjelasan terkait materi retorika.

Kalimat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat didefinisikan sebagai kesatuan perkataan atau ujar yang digunakan untuk menjelaskan sebuah konsep perasaan dan pemikiran. Selain itu adapula pengertian kalimat secara umum yaitu satuan bahasa yang berdiri sendiri secara relatif, memiliki klausa dan memiliki pola intonasi final, baik secara potensial ataupun aktual.

kalimat retoris

Kalimat secara umum dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Jenis jenis kalimat tersebut memiliki karakteristiknya sendiri. Salah satunya ialah kalimat retoris. Dalam materi ini terdapat pembahasan mengenai pengertian kalimat retoris, ciri ciri kalimat retoris, fungsi kalimat retoris dan contoh kalimat retoris. Jenis kalimat yang satu ini dapat anda pahami dan ketahui menggunakan ciri ciri dan karakteristik di dalamnya. 

Pengertian Kalimat Retoris Beserta Ciri-Ciri dan Contoh Kalimat Retoris

Bahasa menjadi ilmu pengetahuan yang menurut saya cukup kompleks dan sulit untuk dipelajari. Cakupan materi serta cabang ilmu yang begitu banyak membuatnya seolah menjadi momok tersendiri bagi siswa. Contohnya ketika kita diminta menghafal apa itu kalimat retoris beserta dengan ciri ciri dan contohnya.

Baca juga : Contoh Kalimat Generalisasi Lengkap Dengan Penjelasannya

Sebagai mana yang kita ketahui, ada banyak sekali jenis kalimat bahasa indonesia yang memiliki tujuan berbeda-beda. Selain itu, masing-masing juga mempunyai struktur, ciri-ciri, kaidah, dan fungsi sosial untuk menyampaikan maksud dari penulis. Salah satunya adalah contoh kalimat retoris singkat yang akan kita bahas pada artikel di bawah.

Apa yang dimaksud kalimat retoris bahasa indonesia?

inilah pertanyaan yang sering diajukan siswa. Meski semua pembahasan sudah terangkum dalam buku tapi faktanya masih ada juga siswa yang kesulitan menjawabnya. Dari problematika inilah akhirnya saya ingin mengulas lebih dalam apa itu kalimat retoris. Untuk lebih jelasnya dapat kalian simak pada artikel di bawah.

Apa Itu Kalimat Retoris

Retoris secara umum masuk dalam kategori jenis majas Bahasa Indonesia. Majas retorik atau retoris tersebut bentuknya kalimat. Majas tersebut sebenarnya juga dapat disebut dengan kalimat retoris. Retoris ini juga dapat diartikan sebagai majas berbentuk pertanyaan yang jawabannya sebenarnya tidak perlu dicari. Hal ini dikarenakan maksud si penanya atau jawabannya sudah ada di dalam pertanyaan itu sendiri.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa pengertian kalimat retoris adalah kalimat yang jawabannya tidak diperlukan karena sudah terdapat dalam kalimat itu sendiri. Dengan kata lain secara sederhana definisi kalimat retoris ialah kalimat yang memang tidak harus dijawab karena termasuk dalam kalimat berbentuk pertanyaan untuk mengungkapkan suatu pernyataan. Adapun contoh kalimat retoris tersebut yaitu:

“Untuk apa kita bertengkar, bukankah sebaiknya kita berbaikan?”

Dalam contoh tersebut tentunya terdapat pemilihan opsi berbaikan karena tidak terdapat opsi yang lainnya. Untuk itu penggunaan kalimat retoris tersebut ialah untuk menegaskan sebuah maksud tanpa disertai dengan terjadinya kondisi yang dieliminasi.

Ciri Ciri Kalimat Retoris

Meski mengetahui definisi retoris tapi tak semua orang mampu mengidentifikasi kalimat tersebut. Mayoritas orang bingung karena majas retorika tak memiliki struktur baku. Tapi secara akademik kita masih bisa membedakan dan mengenalinya selama mengetahui ciri cirinya.

Ciri-ciri tersebut dapat anda gunakan untuk membuat contoh kalimat retoris yang benar. Kalimat retoris ini memiliki beberapa ciri ciri seperti di bawah ini:

  • Kalimat tidak membutuhkan jawaban.
  • Bentuk kalimat dapat berupa penegasan dan pertanyaan.
  • Kalimat terkadang menggunakan kata tanya di dalamnya.
  • Jawabannya diketahui oleh orang yang bertanya dan ditanya.

Fungsi Kalimat Retoris

Meski menjadi salah satu materi dasar dan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tapi faktanya tak semua orang mengetahui apa tujuan kalimat retoris dengan benar. Fungsi sosial kalimat tersebut juga tak tercantum pada buku pedoman pembelajaran. Sehingga wajar saja jika siswa kurang mampu memahami materi tersebut.

Baca juga : Contoh Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks Lengkap Dengan Strukturnya

Kalimat retoris sebenarnya tidak hanya mengandung karakteristik seperti di atas, namun juga memiliki fungsi di dalamnya. Fungsi kalimat retorik tak lain sebagai alat nasehat, sindiran, dan introspeksi diri. Biasanya kalimat retoris dapat ditemukan dalam teks khutbah, debat, dan pidato. Selain itu kalimat retoris juga digunakan untuk memberikan pesan atau dukungan secara halus kepada orang lain.

Contoh Kalimat Retoris

Pada dasarnya contoh kalimat retoris singkat bisa kita temukan di tengah kehidupan bermasyarakat. Misalnya pada saat mendengarkan acara televisi, berbincang bersama teman, keluarga, dan lain sebagainya. Sayangnya beberapa orang tak menyadari penggunaannya karena memang kurang memahami materi.

Seperti janji, saya akan membagikan beberapa contoh kalimat retorik singkat kepada kalian sebagai bentuk pendalaman materi. Setelah membacanya, saya harap para siswa mampu mengidentifikasi dan menyebutkan setiap unsurnya.

Adapun beberapa contoh majas retorika dalam sebuah kalimat yaitu:

  • Apakah kamu tega membiarkan anakmu kelaparan?
  • Bagaimana bisa kamu menyakiti adikmu sendiri?
  • Apakah kamu tidak punya malu sampai datang di depan orang itu?
  • Dimana nuranimu ketika orang tuamu sedang mengalami kesusahan?
  • Apa mungkin dia tega berkata kasar dengan orang tuanya?
  • Bagaimana bisa kamu berkata dengan adikmu seperti itu?
  • Apakah bisa aku menjalani ini semua?
  • Apa pantas seorang wanita keluar malam seperti itu?
  • Sudah hilang rasa malumu sampai kamu berpakaian seperti itu?
  • Bagaimana mungkin kamu sampai lupa kebaikan orang?
  • Apakah kamu tidak tahu betapa susahnta menjadi kepala keluarga?
  • Bisakah kamu sekali saja menuruti perkataanku?

Contoh kalimat retoris dapat ditandai dengan adanya jawaban yang terdapat di dalam kalimat itu sendiri. Untuk itu kita tidak perlu mencari jawaban dari pertanyaan retoris tersebut sehingga penanya dan orang yang ditanya sudah mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut.

Di bawah ini terdapat contoh kalimat retorik lainnya yaitu sebagai berikut:

  • Kemana sebenarnya Andi yang selama ini aku kenal?
  • Bagaimana mungkin aku menjalani semua ini sendirian?
  • Dimana rasa sayangmu pada murid murid itu?
  • Apakah bisa aku menjawab semua soal ini tepat waktu?
  • Apakah kalian tidak tahu betapa berharganya keluarga itu?
  • Tidakkah kamu mau tahu apa yang baru saja ayah alami?
  • Apa bisa aku menjadi seorang yang bertakwa dan beriman?
  • Apa mungkin Tuhan mengampuni dosa dosa umat-Nya?
  • Apa yang kamu inginkan dari orang itu?

Sekian penjelasan mengenai contoh kalimat retoris beserta pengertian kalimat retoris dan ciri ciri kalimat retoris. Kalimat retoris merupakan kalimat yang jawabannya tidak diperlukan sebenarnya karena sudah terdapat dalam kalimat itu sendiri. 

Next Post Previous Post