Jenis-Jenis Konjungsi Temporal Lengkap Dengan Contohnya

Jenis-Jenis Konjungsi Temporal Lengkap Dengan Contohnya - Konjungsi ialah sebuah kata sambung ataupun kata hubung yang memiliki fungsi untuk menyambungkan antar kalimat, antar paragraf dan antar klausa.

Untuk konjungsi antar klausa terletak ditengah tengah kalimat. Konjungsi antar kalimat terletak setelah tanda seru, tanda tanya dan tanda titik. Sedangkan untuk konjungsi antar paragraf terletak dibagian awal paragraf.

Apa saja jenis jenis kongjungsi itu?

Baca juga : Pengertian Kata Hubung (Konjungsi), Jenis, Dan Contoh Kata Hubung

Konjungsi secara umum memiliki beragam jenis seperti konjungsi aditif, konjungsi pilihan, waktu atau temporal, sebab, tujuan, pertentangan, tak bersyarat, akibat, syarat, penegas, korelatif, penjelas, perbandingan, pembenaran dan sebagainya. Setiap bentuk konjungsi dapat dibagi menjadi beberapa jenis dan contoh masing masing. Salah satunya ialah jenis konjungsi temporal dan contoh konjungsi temporal.

konjungsi temporal

Konjungsi temporal atau konjungsi waktu ialah salah satu jenis konjungsi yang menjelaskan hubungan waktu antara dua peristiwa atau kejadian yang berbeda. Kata hubung tersebut memiliki kaitannya dengan waktu.

Maka dari itu, kata hubung ini juga tidak kalah penting untuk anda pahami. Kali ini saya akan menjelaskan tentang jenis jenis konjungsi temporal dan contoh konjungsi temporal. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak dibawah ini.

Jenis-Jenis Konjungsi Temporal Lengkap Dengan Contohnya

Pada umumnya kalimat yang satu dengan kalimat lainnya dapat dihubungkan dengan menggunakan konjungsi. Konjungsi tersebut dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Misalnya saja konjungsi temporal.

Jenis konjungsi ini berguna untuk memaparkan kronologi sebuah peristiwa ataupun keadaan yang telah terjadi. Dengan begitu kalimatnya akan lebih mudah untuk dipahami. Konjungsi temporal dapat dibagi menjadi dua yaitu konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat.

Baca juga : Pengertian Kohesi dan Koherensi Dalam Wacana Beserta Contohnya

Sedikit berbeda dengan jenis konjungsi lainnya, konjungsi temporal tersebut memiliki karakteristiknya sendiri.

Lantas apa itu konjungsi temporal?

Apa saja macam macam konjungsi temporal?

Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai jenis jenis konjungsi temporal beserta contoh konjungsi temporalnya.

Konjungsi Temporal Sederajat

Kategori konjungsi temporal yang pertama ialah konjungsi temporal sederajat. Kata hubung waktu sederajat ialah jenis kata sambung yang memiliki sifat yang sama atau sederajat. Kata hubung ini biasanya digunakan pada kalimat majemuk yang setara.

Konjungsi temporal sederajat tidak boleh ditempatkan d bagian awal maupun akhir kalimat, namun harus berada ditengah tengah kalimat. Contoh konjungsi temporal sederajat yaitu sesudahnya, lalu, selanjutnya, sebelumnya, kemudian dan setelahnya.

Dibawah ini terdapat contoh konjungsi temporal sederajat dalam bentuk kalimat yaitu diantaranya:

  • Sinta ganti baju lalu makan siang bersama adiknya.
  • Adik makan lalu kenyang.
  • Bu RT kecelakaan lalu di bawa ke rumah sakit.
  • Ibu memasak lalu menghidangkannya di meja makan.
  • Keluargaku berlibur ke Malioboro lalu ke pantai.
  • Paman memperbaiki pintu lalu memasangnya kembali.
  • Ibu mencuci piring kemudian mencuci pakaian.
  • Aku membaca soal kemudian mengerjakan soalnya.
  • Adik jatuh kemudian Ibu membantunya berdiri.
  • Ibu guru memberikan materi Matematika kemudian memberikan tugas kepada murid muridnya.

Contoh kalimat di atas menggunakan beberapa jenis kata yang termasuk konjungsi temporal sederajat. Selain contoh tersebut, masih ada beberapa contoh lain dari konjungsi temporal sederajat yang diterapkan dalam bentuk kalimat.

Adapun contoh kalimatnya yaitu:

  • Rani sedang mencuci piring, sebelumnya ia telah menyapu halaman.
  • Rina pergi bermain, sebelumnya ia telah mengerjakan tugas sekolah.
  • Ia akan bekerja di bidang komputer, sebelumnya ia mengikuti kursus komputer.
  • Roni berhasil menjadi juara pertama lomba lari, sebelumnya ia sempat menjadi juara dua.
  • Dia merupakan pengusaha makanan yang sukses, sebelumnya ia hanya penjual kaki lima.
  • Kak Gino memasak makanan buka puasa sesudahnya membagikannya ke orang orang.
  • Frida pulang kerumah sudahnya ia pergi kursus biola.
  • Lila mengerjakan PR bahasa Indonesia sesudahnya ia akan mengumpulkan tugas itu.
  • Anak anak bermain petak umpet sesudahnya mereka bermain sepak bola.
  • Nenek dibawa ke UGD atau Unit Gawat Darurat, selanjutnya ia dipindahkan ke kamar pasien.
  • Bibi memasak nasi goreng selanjutnya menghidangkannya untuk paman.
  • Veni menyelesaikan PR Ipa selanjutnya menyelesaikan PR bahasa Indonesia.
  • Kereta berhenti di stasiun selanjutnya penumpang segera naik. 

Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

Jenis konjungsi temporal selanjutnya ialah konjungsi temporal tidak sederajat. Konjungsi temporal tidak sederajat ialah kata sambung yang menghubungkan beberapa kalimat yang bertingkat atau tidak sederajat. Kata hubung ini berguna untuk jenis kalimat majemuk. 

Konjungsi tersebut terletak di awal kalimat, tengah kalimat ataupun di akhir kalimat. Contoh konjungsi temporal tidak sederajat yaitu sambil, bila, demi, sementara, sebelum, sejak, apabila waktu, tatkala, ketika, semenjak, dan sebagainya.

Baca juga : Pengertian, Jenis Jenis, dan Contoh Konjungsi

Dibawah ini terdapat contoh konjungsi temporal tidak sederajat dalam bentuk kalimat yaitu:

  • Aku dibelikan boneka baru bila ulang tahun.
  • Bila adik tidak mau sekolah, Ayah tidak akan membelikan mainan baru.
  • Adik mau makan apabila lauknya ayam goreng.
  • Apabila kakak suka menabung, Ibu akan merasa senang.
  • Bilamana aku mau usaha pasti akan berhasil.
  • Ibu akan senang bilamana bertemu kedua orang tuanya.
  • Sejak nenek sakit, Ibu selalu merasa sedih
  • Rika bekerja keras sejak Ayahnya berhenti bekerja.
  • Aku belajar giat sejak nilai bahasa Indonesiaku jelek.
  • Demi mendapatkan uang berobat untuk ibunya, Nina berjualan koran setiap pagi.
  • Reni membantu pekerjaan Ibunya demi mengurangi beban orang tuanya.
  • Ketika aku mengerjakan PR, adikku datang mengganggu.
  • Aku jalan jalan ketika teman temanku mengajak pergi.
  • Aku menunggu Rino di depan kampus hingga hujan reda.
  • Semenjak aku sakit teman temanku selalu menjenguk di rumah sakit.
  • Aku mengerjakan tugas sekolah semenjak adikku pergi bermain.
  • Pak Joko bekerja di toko kami sejak dua tahun lalu.
  • Waktu Ibu menyapu halaman, Ayah pergi ke kantor.
  • Eni memberikanku gelang sejak aku pindah rumah.
  • Manakala Rina datang, aku sedang memasak.
  • Sang putri merasa gembira manakala pangeran datang ke istana.
  • Dini berjualan gorengan semenjak ibunya sakit.
  • Sementara adik belajar, Ibu memasak makan malam.
  • Selama ayah dinas keluar kota, Ibu merindukan Ayah.

Contoh kalimat di atas menggunakan beberapa jenis kata yang termasuk konjungsi temporal tidak sederajat. Selain contoh tersebut, masih ada beberapa contoh lain dari konjungsi temporal tidak sederajat yang diterapkan dalam bentuk kalimat.

Adapun contoh kalimatnya yaitu:

  • Aku selalu merindukanmu selama kamu disana.
  • Ibu merasa bangga tatkala aku menjadi juara umum.
  • Tatkala Susi mencurahkan isi hatinya, aku merasa sedih mendengarnya.
  • Dia memelukku seraya mengusap air mataku.
  • Seraya memilih makanan, ia melihat tanggal kadaluarsanya.
  • Sementara aku mencuci piring, Ibu membereskan rumah.
  • Aku menyapu halaman, sementara Ibu memasak.

Inilah jenis jenis konjungsi temporal dan contoh konjungsi temporal yang dapat saya jelaskan. Konjungsi Temporal merupakan salah satu jenis konjungsi yang menjelaskan hubungan waktu antara dua peristiwa atau kejadian yang berbeda.

Next Post Previous Post