Apa yang Dimaksud Alur? Berikut Pengertian, Tahapan dan Macamnya

Apa yang Dimaksud Alur? Berikut Pengertian, Tahapan dan Macamnya - Dalam pembuatan sebuah cerita pada umumnya membutuhkan beberapa unsur di dalamnya. Unsur unsur ini dapat berupa unsur tokoh, alur, latar dan sebagainya. Setiap unsur memiliki fungsi dan tujuan tertentu. Salah satunya ialah alur.

Apa yang dimaksud alur dalam cerita?

Alur merupakan salah satu unsur intrinsik dan komponen utama yang harus ada pada sebuah cerita. Sebuah cerita yang bagus tidak akan pernah terlepas dari jenis alur yang digunakan. Penggunaan alur cerita tersebut biasanya akan disusun menjadi sebuah tahapan mulai dari prolog hingga epilog. Inilah mengapa kita harus mempelajari materi tahapan alur cerita muali dari pengertian dan jenis alur itu sendiri.

Tahapan alur cerita merupakan hal yang wajar dijumpai dalam proses pembuatan cerita baik itu cerpen, novel, fiksi, fabel dan lain sebagainya. Alur cerita terdiri dari alur maju, alur mundur, dan alur campuran. Penggunaan alur cerita juga tidak hanya digunakan untuk karya tulis. Sebuah pementasan drama juga memerlukan alur untuk mengatur jalannya cerita.

Lalu sebenarnya apa pengertian alur dalam cerita?

Apa yang Dimaksud Alur? Berikut Pengertian, Tahapan dan Macamnya

Apa itu alur?

Alur merupakan salah satu komponen utama maupun unsur instriksik dalam sebuah cerita. Materi alur cerita pada dasarnya sudah banyak dibahas dalam berbagai kesempatan. Mulai dari penjelasan guru ketika menerangkan materi di kelas hingga pada buku pedoman bahasa indonesia. Kita bisa menemukan tahapan alur cerita ini dengan mudahnya.

Materi ini biasanya tersusun atas pengertian alur dan jenis jenis alur itu sendiri. Sayangnya masih banyak siswa yang mengabaikan keberadaan tahapan alur tersebut. Akhirnya kita hanya bisa menyusun cerita tanpa mengetahui kaidah penggunaan alur yang baik dan benar.

alur cerita

Dalam artikel kali ini akan membahas tentang tahapan alur atau lebih tepatnya tahapan alur dalam cerita. Materi alur cerita kali ini akan dibagi menjadi dua bagian yakni Pengertian Alur dan Jenis Alur.

Baca juga : Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Drama Lengkap Dengan Penjelasannya

Dimana dua hal tersebut merupakan satu bagian yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Untuk anda yang masih bingung menelaah penggunaan tahapan alur cerita maka simaklah materi di bawah ini.

Pengertian Alur Cerita

Alur adalah jalan cerita yang berbentuk rangkaian peristiwa dari awal cerita sampai akhir cerita. Alur sendiri berfungsi untuk mengatur jalannya sebuah cerita mulai dari awal hingga akhir.

Tanpa adanya tahapan alur yang jelas maka cerita tidak akan memiliki konsep dan jalan yang baik. Oleh karenanya pemilihan alur di awal sebelum mulai membuat cerita sangatlah penting untuk dilakukan.

Yang menjadi pertanyaan, apakah kita pernah menggunakan tahapan alur ketika membuat cerita?

Tentu saja pernah, Jika dilihat dari pengertian alur cerita diatas tentunya kita pernah mengunakannya.Hanya saja mungkin kita tidak menyadarinya dan menggunakan alur yang terkesan berantakan. Maksudnya adalah kita membuat karangan dengan tahapan alur cerita tanpa mengetahui kaidahnya.

Setiap jenis alur cerita memang memiliki kaidah, fungsi, dan aturan tersendiri. Aturan baku penggunaan alur sudah diatur dalam buku pedoman bahasa indonesia di sekolah. Namun kita juga akan membahasnya pada artikel di bawah.

Jenis Alur Cerita

Pada sesi ini kita akan mempelajari materi tahapan alur cerita berdasarkan jenisnya. Secara umum kita bisa membagi jenis alur cerita menjadi 3 jenis yakni alur maju, mundur, dan campuran.

Masing masing jenis alur tersebut memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda beda. Dengan membaca materi di bawah kita akan mengetahui seperti apa kaidah penggunaan tahapan alur cerita yang baik dan benar.

Alur Maju

Alur maju merupakan alur cerita yang sering dijumpai dalam cerita berbentuk cerpen dan novel. penggunaan alur cerita maju sangat mudah dan simpel karena latar dan waktu cerita berjalan dari awal waktu hingga akhir waktu.

Alur Mundur

Alur mundur merupakan kebalikan dari alur maju. Alur maju cenderung digunaan untuk cerita yang memiliki konsep “Flashback“. Penggunaan alur mundur sangat populer digunakan untuk menceritakan pengalaman seseorang maupun masalalu seseorang.

Alur Campuran

Alur campuran merupakan gabungan dari alur maju dan alur mundur. Meskipun penggunaanya sangat kompleks dan terkesan rumit namun penggunaan alur campuran sangat digemari untuk menceritakan karangan novel maupun drama.

Setelah membaca materi jenis alur cerita diatas, apakah anda sudah mendapatkan pencerahan?

Pastinya sudah ada sedikit pencerahan yang anda terima dari penjelasan di atas, dengan demikian kita bisa mengetahui penggunaan alur dengan tepat.

Namun, bagaimana cara membuat cerita yang baik dan benar berdasarkan alur ceritanya?

Tenang saja, kita akan melanjutkan pembahasan menuju tahapan yang berisi berbagai struktur alur cerita mulai dari awal hingga akhir.

Tahapan alur cerita

Untuk membuat sebuah alur atau jalan cerita tentunya harus memperhatikan tahapan-tahapan tertentu. Penggunaan tahapan alur cerita tersebut bertujuan untuk menciptakan alur cerita yang menarik. berikut adalah tahapan alur yang digunakan untuk membuat cerita.

Baca juga : Jenis Jenis Pola Pengembangan Paragraf Lengkap Dengan Contohnya

Tahap Perkenalan

Dalam tahap ini pengarang harus memperkenalkan tokoh-tokoh yang akan terlibat dalam cerita, dan memberikan sedikit gambaran tentang latar tempat dan jalannya cerita. Tahap perkenalan juga sering disebut sebagai tahap eksposisi karena bersifat memaparkan informasi meskipun hanya sebagian saja.

Tahap Konflik

Pada tahap ini menceritakan tokoh utama yang terlibat sebuah masalah dengan individu maupun sebuah kelompok. Tahap konflik dapat dikembangkan menjadi tahapan konflik yang lebih panas. Pada tahapan alur cerita inilah biasanya penulis menyisipkan berbagai kejadian menegangkan yang bisa menentukan jalannya cerita selanjutnya.

Tahap Komplikasi

Pada tahap ini, tokoh utama terlibat permasalahan yang lebih serius dengan tokoh lainnya. Tahapan ini merupakan lanjutan dari tahap konflik sebelumnya. Ciri-ciri dari tahap komplikasi adalah terjadinya perbedaan pendapat maupun rasa egois yang terjadi antar tokoh.

Tahapan Klimaks

Tahap klimaks merupakan tahapan konflik yang sudah ada dipuncak permasalahan. Tahapan ini ditandai dengan adanya jalan penyelesaian dari masalah yang ditawarkan oleh masing-masing tokoh.

Tokoh yang bersifat protagonis cenderung memilih jalan penyelesaian secara baik dan kekeluargaan namun tokoh protagonis akan memilih jalan penyelesaian sesuka hatinya. Kehadiran pihak ketiga atau sering disebut tritagonis adalah sebagai penengah antara tokoh antagonis dan tokoh protagonis.

Tahapan Anti Klimaks

Pada tahap ini permasalahan mulai meredam dan berkurang. Para tokoh menyelesaikan permasalahan berdasarkan kesepakatan maupun tidak. Ini adalah satu tahapan cerita sebelum menyentuh akhirnya.

Tahap Penyelesaian

Tahap penyelesaian adalah Ending dari sebuah tahapan alur cerita (karangan). Terdapat dua jenis ending yakni sad ending dan happy ending. Happy ending terjadi jika tokoh protagonis memenangkan perselisihan dan Sad ending terjadi apabila tokoh antagonis memenangkan perselisihan.

Mempelajari berbagai unsur intrinsik sebuah karangan memang sangat penting. Pasalnya meteri alur tersebut sering kali digunakan dalam berbagai kesempatan ujian maupun penugasan siswa. Jika masih ada bagian yang kalian rasa membingungkan silahkan ajukar pertanyaan melalui kolom komentar di bawah.

Next Post Previous Post