Pengertian Pemilu Langsung dan Pemilu Tidak Langsung

Pengertian Pemilu Langsung dan Pemilu Tidak Langsung - Biasanya di Indonesia dalam memilih Presiden, Gubernur, dan perangkat pemerintahan lainnya dilakukan dengan cara pemilihan umum atau pemilu. Bentuk pemilu secara umum ini dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu pemilu langsung dan pemilu tidak langung.

Biasanya dalam semua tahapan pemilu terdapat pihak penentu dalam pilkada yang berupa KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) maupun KPU (Komisi Pemilihan Umum). Wewenang KPUD/KPU ialah untuk membuat ketentuan pemilu yang ditunda, baik berupa pemilu lanjutan ataupun pemilu susulan.

Pemilu lanjutan dapat didefinisikan sebagai sebuah pemilu yang digunakan untuk melanjutkan tahapan yang tidak dapat dilakukan atau berhentinya tahapan tertentu. Sedangkan pengertian pemilu susulan ialah sebuah pelaksanaan pemilu yang tidak dapat dilakukan semua tahapan didalamnya.

Dalam hal ini penundaan pemilu memang akan ditetapkan terlebih dahulu sebelum pengadaan pemilu susulan atau pemilu lanjutan. Untuk itulah kepala daerah tidak memberikan ketetapan penundaan pemilu, melainkan semua itu adalah wewenang dari KPUD/KPU. Dalam hal ini pastinya berkaitan dengan pengertian pemilu langsung dan pengertian pemilu tidak langsung.

Pengertian Pemilu Langsung dan Pemilu Tidak Langsung

Seperti yang telah kita ketahui bahwa penundaan pemilu dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti gangguan keamanan, kerusuhan, bencana alam dan peristiwa force mejeure lainnya. Gangguan gangguan inilah yang menyebabkan semua atau sebagian tahapan pilkada/pemilu tidak dapat dilakukan. 

Baca juga : Penggolongan Hukum Menurut Sumber, Bentuk, Isi, Waktu Berlaku, Tempat Berlaku, Sifat, Wujud dan Cara Mempertahankannya

Pengertian Pemilu Menurut Para Ahli

Di Indonesia terdapat pelaksanaan pemilu (pemilihan umum) pertama kali pada tahun 1955. Pelaksanaan pemilu dari dulu sampai sekarang sudah berlangsung sekitar 11 kali seperti pada tahun 1955, 1977, 1987, 1992,1982, 1971, 1999, 1997, 2009, 2004, dan 2014. Selain pengertian pemilu langsung dan tidak langsung, adapula pengertian pemilu menurut para ahli yaitu sebagai berikut:

Ali Moertopo

Definisi pemilu menurut Ali Moertopo ialah sarana untuk rakyat yang tersedia dalam pelaksanaan kedaulatan berdasarkan asas asas di Pembukaan UUD 1945.

Suryo Untoro

Pemilu menurut Suryo Untoro ialah sebuah pelaksanaan pemilihan badan perwakilan rakyat yang dilakukan oleh warga negara dengan hak pilihnya masing masing.

Ramlan

Menurut Ramlan, pemilu dapat diartikan sebagai sebuah mekanisme pencerahan/pendelegasian dan penyeleksian kedaulatan pada partai atau orang tertentu yang dipercayai.

Morissan

Pemilu berdasarkan Morissan ialah sebuah sarana atau cara mengetahui keinginan rakyat tentang kebijakan dan arah negara di masa depan. Dalam hal ini terdapat hubungan pengertian pemilu langsung dan pengertian pemilu tidak langsung.

Selain itu adapula beberapa tujuan pemilu seperti adanya peralihan secara tertib dan aman dalam pemerintahan serta kedaulatan rakyat dapat dilakukan dalam rangka pelaksanaan HAM pada warga negara.

Selain pengertian pemilu menurut para ahli di atas. Adapula beberapa tujuan pemilu secara umum. Pemilu memiliki tujuan secara umum yaitu untuk mewujudkan kedaulatan rakyat sehingga pemerintahan negara yang dihasilkan dapat sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila. Pemilu sendiri dapat dilaksanakan dalam bentuk pemilihan Presiden/Wakil Presiden maupun pemilihan legislatif.

Pengertian Pemilu Langsung dan Tidak Langsung

Setelah menjelaskan tentang pengertian pemilu secara umum dan menurut para ahli. Selanjutnya saya akan menjelaskan tentang definisi pemilu langsung dan definisi pemilu tidak langsung. Pelaksanaan pemilihan umum tersebut sebenarnya dapat dilakukan dalam dua bentuk. Adapun bentuk bentuk pemilihan umum yaitu sebagai berikut:

Pemilu Langsung

Pengertian pemilu langsung ialah pelaksanaan pemilu secara langsung dalam memilih sehingga pemilih tidak melalui lembaga perwakilan. Untuk itu suara pemilih dapat diberikan dengan cara datang langsung ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) di daerah masing masing. 

Biasanya pembuatan surat suara dalam sistem konvensional berasal dari kertas yang difoto copy atau dicetak. Dalam surat suara tersebut terdapat gambar, nomor urut, dan nama calon peserta pemilu. Selain itu adapula aturan pemberian suara yang telah ditetapkan oleh panitia pemilu, baik dalam hal mencontreng atau mencoblos kertas suara hingga berlubang maupun menulis nomor urut atau nama calonnya.

Pemilu Tidak Langsung

Berbeda dengan jenis pemilu sebelumnya, pengertian pemilu tidak langsung ialah pelaksanaan pemilu secara tidak langsung oleh rakyat. Sehingga harus melalui lembaga perwakilan seperti parlemen terlebih dahulu. Pemilih tersebut dapat memberikan suaranya secara langsung dengan cara musyawarah mufakat atau voting berdasarkan kesepakatan yang ada.

Baca juga : Pengertian Otonomi Daerah Lengkap Dengan Asas dan Dasar Hukumnya

Sistem Pemilu (Pemilihan Umum)

Selain pengertian pemilu langsung dan tidak langsung di atas. Adapula definisi sistem pemilu atau pemilihan umum. Pengertian sistem pemilihan umum ini dapat diartikan secara sempit ataupun luas. Sistem pemilu dalam arti luas ialah semua proses yang berhubungan dengan perilaku pemilih, hak pilih dan administrasi pemilihan.

Sedangkan pengertian sistem pemilu secara sempit ialah cara pemilih dalam memberikan suara sebagai bentuk ekspresi pemilihan politik, dimana suara tadi dapat diubah dalam bentuk pejabat publik ataupun kursi di parlemen. Di Indonesia terdapat beberapa sistem pemilu yang berupa sistem pemilihan, sistem pencalonan, hak pilih dan sistem pembangunan daerah pemilihan.

Sekian penjelasan mengenai pengertian pemilu langsung dan pengertian pemilu tidak langsung terlengkap. Pemilihan umum (Pemilu) ialah sebuah proses dalam pemilihan untuk menjadi pengisi jabatan politik tertentu diantara dua orang, baik sebagai presiden maupun di berbagai tingkat wakil rakyat dalam pemerintahan.

Next Post Previous Post