Pengertian Silogisme dan Entimen Beserta Contoh, Struktur dan Rumusnya

Pengertian Silogisme dan Entimen Beserta Contoh, Struktur dan Rumusnya - Pengertian silogisme adalah sebuah proses berpikir yang terdiri dari satu premis atau lebih berdasarkan susunan yang telah dibuat. Struktur silogisme yakni diawali dengan pernyataan-pernyataan kemudian dari pernyataan tersebut akan ditarik sebuah kesimpulan berdasarkan prinsip-prinsip logis dan dasar yang mencukupi. Umumnya kalimat maupun paragraf silogisme dapat dengan mudah kita temukan pada sebuah argumentasi.

Apa pengeritan entimen itu? Bagaimana struktur silogisme? Bagaimana struktur entimen? Bagaimana contoh silogisme? Bagaimana contoh entimen itu? Silogisme dan entimen merupakan dua hal yang berbeda.

Namun jika kita lihat dari pengertiannya, maka kedua hal ini hampir sama. Ketika dibangku sekolah tentunya kita telah membahas materi silogisme dan entimen ini dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Materi tersebut tergolong materi Bahasa Indonesia yang tidak terlalu sulit untuk di pahami.

contoh silogisme

Logisme atau entimen adalah kebalikan dari silogisme karena tidak menyebutkan susunan premis-premis umum terlebih dahulu, memiliki struktur berupa langsung menarik kesimpulan dengan diikuti premis premis khusus yang berfungsi sebagai premis penjelas atau penyebab. Karena faktor inilah logisme sering kali disebut dengan entimen.

Pengertian Silogisme dan Entimen Beserta Contoh, Struktur dan Rumusnya

Pada dasarnya silogisme dan entimen tidak dapat disamakan. Hal ini dikarenakan silogisme memiliki pengertian, struktur, rumus dan contohnya sendiri. Sama halnya seperti entimen yang juga memiliki pengertian, struktur, rumus dan contohnya sendiri.

Dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang contoh kalimat silogisme dan contoh kalimat entimen lengkap beserta dengan bentuk dan strukturnya. Langsung saja simaklah kumpulan contoh dibawah ini.

Baca juga :  10 Contoh Karangan Persuasi Tentang Lingkungan

Silogisme

Umumnya silogisme terdiri dari 2 premis atau lebih dan memiliki sebuah kesimpulan umum. Kedua premis tersebut disebut dengan premis khusus (PK) dan premis umum (PU).

Struktur Silogisme

Untuk membuat kalimat silogisme harus memperhatikan beberapa struktur di bawah ini:

  • Premis umum (PU): Berupa sebuah pernyataan tentang kumpulan atau kelompok tertentu dan memiliki sifat, watak, atau ciri-ciri tertentu.
  • Premis khusus (PK): Berupa sebuah pernyataan tentang suatu anggota dari kelompok tersebut.
  • Kesimpulan: Sebuah pernyataan yang menyimpulkan bahwa satu anggota dari kelompok tersebut memiliki sifat atau ciri-ciri tertentu berdasarkan pernyataan dari premis umum dan premis khusus.

Rumus Silogisme

Jika ditulis dengan menggunakan rumus maka silogisme memiliki rumus sebagai berikut:

PU terdiri dari A = B
PK terdiri dari C = A
K terdiri dari C = B

Contoh Silogisme

Contoh dari silogisme ini saya nyatakan dalam bentuk kalimat

PU: Semua sarjana adalah pandai
PK: Mahmud adalah seorang sarjana
K: Maka mahmud pandai.

Contoh Paragraf silogisme:

Semua sarjana di dunia ini tentunya sangat pandai. Kepintaran yang mereka miliki sudah tidak perlu diragukan lagii karena hal ini sudah mereka buktikan dengan gelar strata 1. Sementara itu, Mahmud adalah seorang sarjana S.kom. Maka dapat disimpulkan bahwa mahmud adalah seorang yang pandai sekali.

Contoh kalimat silogisme

PU: Reptil berkembang biak dengan cara bertelur.
PK: Ular adalah hewan reptil.
K: Ular berkembang biak dengan cara bertelut.

Baca juga : Makna Konotasi dan Denotasi Lengkap Dengan Contohnya

Contoh Paragraf silogisme:

Reptil berkembang biak dengan cara bertelur. Hal ini dikarenakan hewan bersisik ini (repti) tidak memiliki kelenjar susu, berbeda dengan hewan mamalia. Ular adalah hewan bersisik  yang tentunya dapat dikategorikan kedalam hewan reptil. Jadi dapat disimpulkan bahwa ular berkembang biak dengan cara bertelur.

Silogisme kategorial

Silogisme kategorial adalah silogisme yang memiliki premis mayor baerupa kategori dan premis ini menjadi predikat.

Contoh #1:

PU: Semua yang hidup membutuhkan makanan.
PK: Hewan dapat bernafas dan dapat berkembang biak.
K: Hewan memerlukan makanan,

Contoh paragraf:

Semua makhuk yang hidup di dunia ini membutuhkan makanan dan minuman untuk bertahan hidup. Hewan adalah makhluk yang bernafas dan dapat berkembang biak, artinya hewan memiliki ciri-ciri sebagai makhluk hidup. Jadi dapat disimpulkan bahwa hewan memerupakan makanan dan minuman karena salah satu dari makhluk hidup.

Contoh #2:

PU: Seluruh siswa kelas 11 SMK N 1 Solo mengikuti kunjungan industri ke pulau bali.
PK: Ima seorang siswi SMK N 1 Solo.
K: Ima mengikuti kunjungan industri ke pulau bali.

Contoh paragraf:

Pada tahun ini, seluruh siswa siswi kelas 11 SMK N 1 Solo akan melaksanakan sebuah kunjungan industri ke pulau bali yang meliputi kota kuta dan sanur sebagai destinasi utama. Ima merupakan siswi yang duduk di bangku kelas 11 SMK N 1 Solo jurusan akutansi. Jadi ima akan mengikuti kunjungan industri ke pulau bali.

Silogisme Hipotetik

Silogisme ini memiliki ciri-ciri yakni premis mayor berupa sebuah argumentasi atau pendapat.

Contoh #1:

PU : Kalau besok turun hujan saya tidak akan datang.
PK : Hari ini turun hujan.
K : Hari ini turun hujan, dan saya tidak akan datang.

Contoh paragraf:

Saya telah membuat janji, kalau besok turun hujan maka saya tidak akan datang kerumahnya. Sedangkan hari ini turun hujan sangat lebat, bahkan langitpun masih menghitam karena mendung. Maka dari itu mulai hari ini karena hujan lebat saya tidak bisa menepati janji saya untuk datang kerumahnya

Contoh #2

PU: Aku akan membeli sebuah mobil baru kalau nanti aku punya uang.
PK: Aku punya banyak uang.
K: Aku membeli sebuah mobil baru.

Contoh paragraf:

Sudah lama sekali aku bermimpi untukmembeli sebuah mobil baru jika memiliki banyak uang. Dan kebetulan bulan ini aku mendapatkan gaji tambahan beserta bonus dari bosku yang artinya aku memiliki banyak uang. Maka dari itu hari ini aku membeli mobil bari ini.

Baca juga : Pengertian Teks Cerpen, Ciri, Struktur, Unsur dan Nilai-Nilai Cerpen

Silogisme alternative

Silogisme ini memiliki ciri-ciri premis mayor sebagai sebuah pilihan.

Contoh:

PU: Benny bersekolah di smk atau di smp.
PK: Benny bersekolah di smk.
K: Benny tidak bersekolah di smp.

Karena banyak yang kebingungan membedakan jenjang sekolah benny antara bersekolah di Smk atau SMP maka benny membuat klarifikasi yakni ia ternyata bersekolah di jenjang SMK. Dengan kata lain benny tidak bersekolah di SMP.

Entimen

Setelah membagikan beberapa contoh silogisme di atas. Selanjutnya saya akan membagikan contoh entimen. Adapun beberapa contoh dari entimen yaitu sebagai berikut:

Contoh entimen:

PU : Anak yang taat dan sholeh akan selalu rajin dalam beribadah.
PK : Bayu adalah anak yang taat dan sholeh.
K : Bayu rajin dalam beribadah.

Entimen : Bayu taat dan rajin dalam beribadah karena ia adalah anak yang sholeh.

Itulah artikel yang membahas tentang contoh silogisme dan contoh entimen beserta pengertian silogisme dan pengertian entimen, struktur silogisme dan struktur entimen serta rumus silogisme dan rumus entimen yang dapat saya sampaian kali ini. Untuk dapat membedakan silogisme dan entimen maka kita hanya perlu melihat struktur premis premisnya saja.

Jika sebuah kalimat atau paragraf diawali dengan premis umum diikuti premis khusus dan menghasilkan sebuah kesimpulan maka dapat dikatakan itulah yang dinamakan silogisme. Begitu juga sebaliknya.

Next Post Previous Post