Niat Sholat Taubat dan Tata Cara Mengerjakannya Lengkap

Doa Dan Niat Sholat Taubat Nasuha – Doa Taubat merupakan doa yang di baca setelah simpulan sholat taubat , sholat taubat sendiri yaitu sholat yang d kerjakan setelah seseorang mengerjakan maksiat atau dosa-doa misalkan zina dan musyrik , maka dengan mengerjakan sholat taubat semua dosanya akan di hapus oleh alloh swt.

Sholat taubat mempunyai hukum sebagai sunat mu’akad dan merupakan kewajiban untuk di laksanakan bagi orang-orang yang telah mengerjakan dosa baik dosa kecil atau dosa besar dan sebaiknya untuk di segerakan supaya diri yang berdosa kembali pada kesucian lagi , jangan hingga kita menunda-nundanya , adapun untuk tata cara sholat taubat lengkapnya mampu di lihat di halaman yang lainnya.

Doa Dan Niat Sholat Taubat Nasuha Bahasa Latin Dan Terjemahan

Niat Shalat Taubat dan Tata Cara Mengerjakannya

Hukum Sholat Taubat

Mengenai hukum sholat Taubat terdapat dalam Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat ke 8 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir dibawahnya sungai-sungai.”
Allah SWT sangat menyukai hambanya yang menjalankan sholat taubat dengan dengan niat yang bersungguh-sungguh untuk taubat dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi. Hal tersebut telah dijelaskan dalam Alquran pada surah Al-Baqarah ayat 222:
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Artinya: “Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”
Dari kedua firman Allah SWT di atas dapat disimpulkan, bahwa sebaik-baiknya manusia di hadapan Allah SWT bukanlah mereka yang tidak pernah berbuat kesalahan, melainkan orang yang berbuat salah dan langsung bertaubat kepada-Nya.
Menurut para ulama yang berasal dari 4 mazhab fiqih yaitu Mazhab Maliki, Mazhab Hambali, Mazhab Hanfi dan Mazhab Syafi’i menyatakan bahwa hukum pelaksanaan sholat taubat adalah sunnah. Jadi, apabila seseorang sudah berbuat dosa atau kesalahan dan ketika seseorang tersebut mempunyai keinginan bertaubat, maka hendaknya orang tersebut mengerjakan sholat sunnah dua raka’at dan bertaubat kepada Allah SWT.

Niat Sholat Taubat

Ketika hendak melakukan sholat taubat kita harus bersungguh-sungguh niat dari dalam hati ingin bertaubat dari segala dosa.
Akan tetapi agar niat kita dapat disampaikan dengan jelas, lafadzkan niat tersebut dengan cara yang sudah diajarkan oleh para ulama. Berikut niat sholat taubat lengkap dengan latin dan artinya:

Bacaan Niat Sholat Taubat

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالٰى. اَللهُ اَكْبَرْ
Ushalli sunnatat-taubati rak’ataini lillahi ta’aalaa. Allahu Akbar
Artinya: “Aku niat sholat sunah tobat dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allahu akbar”

Waktu Melakukan Sholat Taubat

Pada dasarnya melaksanakan sholat taubat tidak bisa diundur dan ditunda. Karena itu, setiap muslim yang telah berbuat dosa supaya segera mungkin untuk bertaubat.
Sholat taubat bisa dilakukan kapan saja bisa dikerjakan siang ataupun malam hari. Namun, ada beberapa waktu pelaksanaan sholat taubat nasuha yang haram untuk dikerjakan seperti diantaranya yaitu:
1. Mengerjakan sholat taubat mulai dari terbit fajar kedua hingga terbit matahari.
2. Pada waktu matahari terbit hingga matahari naik sepenggalah.
3. Ketika matahari berada persis di tengah-tengah hingga terlihat condong.
4. Mulai dari sholat Ashar sampai matahari tenggelam.
5. Saat menjelang matahari tenggelam hingga benar-benar sempurna tenggelamnya.
Sebagian ulama juga ada yang berpendapat bahwa pelaksanaan sholat taubat nasuha dapat dilakukan di waktu sepertiga malam atau selama sholat tahajud.
Jumlah rakaat sholat Taubat bisa dikerjakan dengan jumlah  2 raka’at, 4 raka’at, maupun 6 rakaat. Adapun tata cara pelaksanaannya adalah sama dengan sholat-sholat sunnah pada umumnya, yakni dua raka’at salam.

Tata Cara Mengerjakan Sholat Taubat

Sebelum mengerjakan sholat taubat alangkah baiknya mengetahui apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam mengerjakan sholat taubat,seperti suci dari hadast besar maupun hadast kecil menutup aurat. Sholat sunah ini disyariatkan untuk mereka yang bertaubat dan saat menjalankannya dilakukan sendirian karena sholat sunah taubat merupakan sholat nafiah yang  tidak disyariatkan untuk dikerjakan secara berjamaah.
Berikut tata cara mengerjakan sholat taubat, diantaranya yaitu:
1. Niat sholat Taubat
Untuk lafadz niatnya seperti yang sudah dijalaskan diatas, yaitu:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالٰى. اَللهُ اَكْبَرْ
2. Bacaan dalam Sholat Taubat
Sebenarnya tidak ada ketentuan yang mewajibkan membaca bacaan khusus setelah membaca surat Al-Fatihah dalam suatu ibadah sholat, jadi bisa membaca ayat-ayat Al-Qur’an manapun yang dihafal. Semisal pada rakaat pertama membaca surat Al-Kafirun dan pada rakaat yang kedua membaca surat Al-Ikhlas.
3. Berdzikir dan membaca doa setelah Sholat Taubat
Setelah mengerjakan sholat sunnah taubat, dianjurkan bagi orang yang mengerjakannya untuk memperbanyak membaca Istighfar yang ditujukan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
Membaca Istighfar
أَسْتَغْفِرُاللّٰهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَاإِلٰهَ اِلَّاهُوَالْحَيُّ الْقَيُّومُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ
Astaghfirullaahal-‘azhiim alladzhi laa ilaaha illaa huwal-hayyul-qayyuumu wa atuubu ilaihi
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada tuhan selain Allah, Dia tuhan Maha Hidup dan berdiri sendiri”
Bacaan Istighfar diatas hendaknya diucapkan sebanyak 100 kali
Memperbanyak membaca Tasbih
سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhanallahi wa bihamdihi
Artinya: “Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya”
Membaca Doa
اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ تَوْ فِيْقَ اَهْلِ الْهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّ غْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى اَخَافَكَ .اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مَخَا فَةً تَحْجُزُ نِى عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى اَعْمَلَ بِطَا عَتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ حَتَّى اُنَا صِحَكَ فِىالتَّوْ بَةِ خَوْ فًا مِنْكَ وَحَتَّى اَخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى اَتَوَ كَّلَ عَلَيْكَ فَ اْلاُمُوْرِ كُلِّهَاوَحُسْنَ ظَنٍّ بِكَ .سُبْحَانَ خَالِقِ نُوْرٍ
Artinya: “Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu Taufiq (pertolongan)nya orang-orang yang mendapatkan petunjuk (hidayah), dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan cita-cita orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (wara’), dan ma’rifatnya orang-orang berilmu sehingga hamba takut kepada-Mu. Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan ketaatan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridha-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya.”
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لّا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ

وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتَ

أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَاصَنَعْتَ

أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ

 وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَايَغْفِرُالذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘adhika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, Abuu-u laka bini’matika ‘alayya, Wa abuu-u bi dzanbii faghfirlii fainnahuu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.
Artinya: “Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau,Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”
Terkait doa yang kedua, Rasullullah Saw pernah bersabda:
مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ ، قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ ، وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
Artinya: “Barangsiapa mengucapkannya (sayyidul istighfar) disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka dia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari)
Setelah mengerjakan sholat sunah taubat alangkah baiknya disertai dengan melakukan berbagai amal kebaikan seperti halnya sedekah atau yang lainnya.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan perihal Doa Dan Niat Sholat Taubat mudah-mudahan apa yang kami bahas ini menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mampu membantu para teman yang sedang mencarinya.

Check Also

Pengertian dan Kelebihan Bahasa Pemrograman Go

Mempelajari bahasa pemrograman memang tidak ada habisnya. Dunia teknologi yang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman …