Cara Membuat Neraca Saldo Yang Baik dan Benar

Cara Membuat Neraca Saldo yang Baik dan Benar - Membuat neraca saldo dilakukan setelah pembuatan buku besar. Buku besar tersebut mencakup data transaksi buku harian atau jurnal umum yang berkaitan dengan akun akun di dalamnya. Kemudian setiap akun akan dihitung jumlah saldonya dan digunakan dalam penyusunan neraca saldo.

Pengertian saldo sendiri merupakan selisih dalam buku besar antara jumlah sisi debet dengan kreditnya. Sedangkan definisi dari neraca adalah bagian dari laporan keuangan dalam suatu periode akutansi yang memaparkan posisi keuangan selama akhir periode.

Sedangkan untuk definisi neraca saldo adalah sekumpulan daftar saldo yang terdapat dalam buku besar dan disusun setiap akhir periode. Pada dasarnya neraca saldo termasuk ke dalam jenis laporan keuangan. Berbeda dengan neraca lajur yang sifatnya tidak formal.

Baca juga : Pengertian Akuntansi Manajemen Berserta Fungsi, Tujuan, dan Ruang Lingkupnya

Cara Membuat Neraca Saldo yang Baik dan Benar

sebelum masuk ke pembahasan mengenai cara membuat neraca saldo, kita akan membahas manfaat neraca saldo terlebih dahulu. Pembuatan neraca saldo tersebut merupakan tahapan dalam proses atau siklus akuntansi yang perlu dilalui. Maka dari itu, anda perlu memahami beberapa manfaat dari neraca saldo. Berikut beberapa manfaat neraca saldo yang perlu anda ketahui :

  1. Sebagai ringkasan buku besar dan sumber informasi dalam penyusunan laporan neraca, laba rugi dan perubahan ekuitas.
  2. Bukti bahwa telah melakukan pengujian keseimbangan buku besar dalam jumlah sis saldo debet dan kreditnya.

Cara Membuat Neraca Saldo

Cara membuat neraca saldo sebenarnya sudah banyak dijelaskan dalam materi pelajaran akuntansi maupun keuangan di sekolah khususnya SMK. Namun juga tidak bisa dipungkiri bahwa masih ada beberapa yang belum bisa membuat neraca saldo yang sesuai dengan ketentuan yang ada.

Bagi anda yang kesulitan dalam membuat neraca saldo, maka dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini.

  • Langkah yang pertama adalah dengan membuat format neraca saldonya seperti kolom nama akun, kolom debet, kolom kode akun dan kolom kredit.
  • Kemudian amati data-data dalam buku besar seperti data saldo dan nama akun yang nantinya akan dicatat dalam neraca saldo.
  • Setelah itu amati kode akun data pada buku besar dan catat data-datanya seperti saldo total, kode akun, dan nama akun ke neraca saldo yang telah dipersiapkan tadi. Usahakan pencatatan data dilakukan secara urut sesuai dengan kode nomor akunnya.
  • Langkah terakhir yaitu menjumlahkan seluruh saldo pada sisi debet dan kreditnya. Apabila jumlah saldo debet dan kreditnya sesuai, maka neraca saldo yang telah dibuat sudah tepat.

Bagi yang masih belum paham, bisa anda lihat contoh neraca saldo di bawah ini :

Baca juga : Pengertian Faktur Beserta Fungsi dan Contoh Faktur

contoh neraca saldo


Next Post Previous Post