Contoh Majas Anafora Dalam Puisi dan Kalimat Bahasa Indonesia

Contoh Majas Anafora Dalam Puisi dan Kalimat Bahasa Indonesia - Majas menjadi salah satu unsur kebahasaan yang selalu melekat pada beberapa jenis karya sastra. Penggunaanya mampu menambah nilai estetik serta memadukan setiap kalimatnya menjadi lebih koheren. Inilah alasan mengapa saat mendengar puisi, pantun, maupun sajak terdengar indah dan penuh makna.

Anafora merupakan salah satu jenis majas bahasa indonesia yang dapat kalian jumpai pada beberapa karya sastra seperti puisi. Dalam berbagai kesempatan, majas anafora pun sering kali dipakai pada kalimat maupun percakapan sehari-hari.  Apa itu majas anafora? pertanyaan ini sering muncul di benak siswa. Secara garis besar contoh majas anafora paling banyak dipakai pada puisi. Namun Anafora memiliki ciri khas tertentu yang dapat membedakannya dengan jenis majas Bahasa Indonesia lainnya.

majas anafora

Mayoritas siswa pasti sudah tidak asing lagi ketika ditanya apa itu majas anafora. Tapi hal ini tidak berlaku untuk sebagian siswa yang memang tidak familiar dengan istilah tersebut. Majas anafora berisi pengulangan frasa/kata dalam suatu kalimat. Pengulangan itu berasal dari kata awal kalimat kemudian ditulis kembali pada bagian akhir maupun tengah kalimat. Kemudian untuk pengulangan kata dalam puisi biasanya mengulang frasa pertama dan ditulis kembali pada frasa selanjutnya. Nah kali ini saya akan membagikan beberapa contoh majas anafora dalam puisi dan contoh majas anafora dalam kalimat Bahasa Indonesia. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Contoh Majas Anafora Dalam Puisi dan Kalimat Bahasa Indonesia

Bahasa indonesia menjadi salah satu mata pelajaran yang memiliki cakupan materi begitu luas. Pada mapel ini pula kalian akan bertemu berbagai unsur serta aspek kebahasaan seperti tanda baca, diksi, majas, maupun struktur baku suatu kalimat. Seperti halnya penggunana majas pada beberapa karya sastra yang notabenya sedang kita bahas sekarang.

Baca juga : Contoh Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks Lengkap Dengan Strukturnya

Dalam konteks pendidikan, majas anafora sendiri mulai diperkenalkan pada siswa bahkan sejak dini. Ketika menginjak jenjang SMP maupun SMA guru pun mulai menyampaikan materi secara intensif. Berbagai metode penugasan seperti membuat contoh majas anafora pada puisi pun turut serta diberikan kepada siswa. Tujuannya tak lain sebagai bentuk pembekalan agar kita lebih memahami dan mampu membedakan penggunaan majas bahasa Indonesia.

Sebenarnya kalian bisa mempelajari materi seputar majas secara mandiri. Selain dari penjelasan guru, siswa pun juga dapat menambah pengetahuan dengan rajin membaca buku pedoman bahasa. Sayangnya beberapa terkesan acuh dan mengabaikan materi satu ini sehingga saat diminta menyebutkan contoh majas anafora pun menjadi kewalahan.

Apa Itu Majas Anafora

Apa itu majas anafora? inilah pertanyaan yang sering diajukan oleh sebagian orang awam. Sebagaimana kita ketahui bahwa ada banyak sekali jenis majas yang diajarkan dalam mapel bahasa Indonesia. Masing-masing tentunya memiliki definisi, ciri-ciri, serta penggunaan yang berbeda untuk setiap kalimat. Oleh karenanya sebelum beranjak menuju contoh maka pertama kita harus mengetahui terlebih dulu pengertian anafora.

Kata anafora dalam Bahasa Yunani berarti “anaphore” yang artinya pengulangan tempat. Adapula pengertian anafora secara istilah yaitu gaya bahasa yang terdiri dari pengulangan kata pertama dalam sebuah kalimat. Majas anafora ini memiliki ciri khusus yaitu pengulangan kata pada kalimat atau baris puisi selanjutnya. Pengertian majas anafora berdasarkan pendapat Ratna yaitu sekelompok kata yang mengalami pengulangan pada kalimat atau baris selanjutnya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian majas anafora yaitu pengulangan kata pertama pada kalimat selanjutnya dengan sifat yang sama. Selain pengertian adapula contoh majas anafora dalam puisi maupun contoh majas anafora dalam kalimat Bahasa Indonesia.

Contoh Majas Anafora Dalam Puisi

Puisi merupakan bentuk karya sastra klasik yang eksistensinya sudah ada bahkan sejak jaman dahulu. Puisi sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan pemilihan tema serta unsur kebahasannya. Penggunaan majas anafora banyak dipakai untuk memunculkan kesan estetik serta kepaduan kalimat.

Secara garis besar, puisi memang menjadi karya sastra yang menyuguhkan berbagai jenis majas. Oleh karenanya contoh majas anafora yang pertama saya sajikan dalam bentuk puisi. Majas anafora ini berguna untuk mengulang kata pada baris pertama puisi dan ditulis kembali pada baris selanjutnya. Berikut beberapa contoh majas anafora dalam puisi:

Contoh Puisi 1
Karena kuasa-Mu, alam ini terbentuk
Karena kuasa-Mu, makhluk hidup juga terbentuk
Karena kuasa-Mu, hamba dapat bernaung
Karena kuasa-Mu, hamba dapat beribadah untuk-Mu
Karena kuasa-Mu, hamba dapat kembali kepada-Mu
Karena kuasa-Mu, hamba dapat hidup di alam Sana 

Contoh Puisi 2
Cinta itu Anugerah setiap orang
Cinta itu kebahagiaaan.
Cinta itu kesabaran
Cinta itu kekuatan
Cinta itu hubungan
Cinta itu ada pada setiap Makhluk

Contoh Puisi 3
Duhai kekasih, masih ingatkah kepadaku?
Duhai kekasih, ingatkah janjimu?
Duhai kekasih, ingatkah kenangan kita?
Duhai kekasih, ingatkan janji kita?
Mengingatmu ku hanya terluka
Mengingatmu ku hanya menderita
Mengingatmu aku juga bahagia
Duhai kekasih, sampai kapan kau terlupa?

Contoh Puisi 4
Meskipun ku jatuh
Meskipun ku rapuh
Meskipun ku lusuh
Tekad ku tak kan pernah goyah
Hanya karena tulang ini patah
 

Berdasarkan contoh diatas terdapat pengulangan kata dibagian awal baris dan ditulis kembali pada baris selanjutnya. Contoh majas anafora dalam puisi tersebut berisi pengulangan kata pada setiap barisnya.

Contoh Kalimat Majas Anafora

Kalimat menjadi unsur bahasa yang tak bisa kita pisahkan dari kehidupan sehari-hari. Lewat kalimat pula kita bisa berkomunikasi dan menyampaikan isi pikiran ataupun pendapat. Tanpa kita sadari ternyata penggunaan gaya anafora sudah sering kita pakai ketika berbincang-bincang entah bersama teman dan sanak saudara.

Baca juga : Contoh Teks Editorial (Opini) Singkat Lengkap Dengan Strukturnya

Contoh kalimat anafora pun sebenarnya dapat kita temukan di buku pedoman bahasa indonesia. Bahkan di dalamnya kalian akan disuguhkan penjelasan secara rinci terkait pengertian, aspek, dan penggunaannya. 

Tapi, dalam sesi ini saya kembali ingin membagikan contoh majas anafora berbentuk kalimat. Biasanya penulis lebih suka menggunakan serta meletakan majas tersebut di bagian awal kalimat. Pengulangan kalimat pun selanjutnya terjadi di bagian tengah maupun akhir sebagai penekanan. Berikut beberapa contoh majas anafora dalam kalimat Bahasa Indonesia:

  • Apapun impian yang ingin kau raih, apapun tujuan yang ingin kau gapai, apapun pilihan yang ingin kau ambil dan apapun keputusan yang ingin ambil, aku akan tetap mendukungmu.
  • Meskipun susah, meskipun senang, meskipun capek, aku akan tetap bersyukur dengan apa yang aku miliki sekarang.
  • Walaupun aku dikucilkan, walaupun aku dihinadinakan, meskipun aku direndahkan, tapi aku akan tetap dijalan yang benar.
  • Tahukah kau bahwa aku merindukanmu, tahukah kau bahwa aku menyayangimu, tahukah kau bahwa aku sangat mencintaimu?
  • Jasa baikmu akan selalu kukenang, jasa baikmu akan selalu ada dalam ingatanku, jasa baikmu akan selalu bermanfaat untukku.
  • Kini ku hanya disini, kini ku hanya bisa menantimu, kini ku hanya bisa mengharapkanmu kembali.
  • Dalam duka, dalam nestapa dan dalam suka, kita akan melaluinya bersama.
  • Entah hari ini, entah besuk pagi, entah suatu hari nanti, aku akan selalu menunggu kedatanganmu.

Berdasarkan contoh di atas, dapat kita lihat beberapa kalimat yang mengandung majas anafora. Contoh majas anafora dalam kalimat tersebut berisi pengulangan awal kata yang ditulis kembali pada kalimat selanjutnya. Majas ini bahkan sering digunakan dalam kehidupan sehari hari meski kurang mendapat perhatian.

Sekian contoh majas anafora dalam puisi dan contoh majas anafora dalam kalimat Bahasa Indonesia yang dapat saya bagikan. Majas anafora merupakan jenis majas yang berisi pengulangan kata pada kalimat atau baris selanjutnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Next Post Previous Post